About Artist
AFRIANTO
Pelukis yang lahir dan dibesarkan di kaki Gunung Slamet memiliki keterikatan mendalam dengan objek-objek pertanian, khususnya persawahan. Bagi pelukis ini, persawahan tidak hanya sekadar ladang, tetapi juga merupakan lambang kemakmuran dan kesuburan tanah airnya. Dengan tatanan alam yang unik, ia menangkap keindahan persawahan yang terlihat seperti yang ada dalam dongeng, lengkap dengan para petani yang bekerja dan hewan-hewan yang mengelilinginya.Karya Afrianto didominasi dengan hamparan Padi yang Menguning. Salah satu keunikan dalam karya pelukis ini adalah cara ia menggambarkan persawahan sebagai labirin yang berlapis-lapis. Hal ini menciptakan dimensi baru dalam seni lukis, mengubah perspektif tentang keindahan alam Indonesia. Karya-karya ini dipamerkan bersama Kie Art Projects dan menjadi representasi dari “Mooi Indie Modern versi Kie Art Project,” yang tidak terbatas pada penggambaran gunung, sungai, atau ngarai Sebaliknya, fokus utama terdapat pada hamparan padi yang menguning, menyimbolkan harapan dan kelimpahan.
Simbolisme Ka’Abah. Sesekali, pelukis ini juga memasukkan gambar Ka’Abah dalam karyanya. Gambar ini bukan sekadar ornamen, tetapi merupakan wujud perenungan dirinya kepada Yang Maha Kuasa. Melalui penggambaran ini, ia ingin menekankan pentingnya spiritualitas dan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari, sebagai pengingat akan keberadaan Tuhan dalam karya-karyanya.
Karya-karya pelukis ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam Indonesia tetapi juga mengajak penikmat seni untuk lebih memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya dan spiritualitas. Dengan menggabungkan elemen-elemen yang berakar pada tradisi dan lingkungan sekitar, ia menciptakan narasi yang kaya dan bermakna, mengajak kita untuk menghargai dan merayakan keindahan tanah air kita yang gemah ripah loh jinawi. Melalui karya-karyanya, pelukis ini mendorong kita untuk merenungkan makna kemakmuran serta koneksi kita dengan alam dan Yang Kuasa.
top of page
bottom of page
